Congkel ATM Pake Obeng, Pencuri Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Spread the love

Polres Solok Kota menangkap  4 orang pelaku pencurian uang di ATM Bank MAndiri yang berada di Kelurahan PPA Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok. Tersangka melakukan pencurian pada hari Rabu (02/10 ) sekira pukul 10.00 wib. 

Keempat tersangka ER, 29 Th, EP 24 Th, CH 24 Th, DK 29 Th, yang semuanya warga Desa Belambangan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Defrianto SH mengatakan kejadian berawal pada hari Rabu tgl 02 Oktober 2019 sekira pkl 13.00 Wib, bertempat di ATM Bank Mandiri yang berada di Kelurahan PPA Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Korban menggunakan mesin ATM Bank Mandiri. Setelah kartu ATM korban masuk kedalam mesin ATM, korban tidak bisa melakukan transaksi. Selanjutnya ada satu orang laki-laki yang tidak dikenal korban yang pada saat itu berada di dalam ruang ATM, menyarankan agar segera menghubungi nomor call center yang tertera di mesin ATM tersebut.

Setelah tersambung dengan operator/pelaku melalui nomor tersebut, selanjutnya korban diminta untuk menyebutkan nomor pin ATM dan sisa saldo namun kartu ATM korban tidak bisa dikeluarkan dari mesin ATM karena sebelumnya tersangka telah mengganjal kotak ATM dgn lem.

Setelah korban pergi melapor ke Kantor Bank Mandiri, tersangka berusaha mencokel kotak ATM dengan mengunakan obeng dan mengambil kartu ATM dan menarik uang korban dengan mengunakan kartu tersebut di ATM lainnya.

Pada saat melaporkan peristiwa tersebut ke kantor Bank Mandiri Cabang Solok, pelapor baru mengetahui bahwa saldo yang ada di rekeningnya telah berkurang sebanyak Rp.900.000. ( Sembilan ratus ribu rupiah ).

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran, pada hari Rabu tanggal 02 oktober 2019 sekira pukul 14.00 wib dilakukan penangkapan terhadap tersangka bertempat di rumah makan lintas sumatera yang berada di samping hotel Jayakarta  Kabupaten Tanah Datar.

Dari tersangka Sat Reskrim Polres Solok Kota menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 900.000.-( Sembilan ratus ribu rupiah ), 1 buah lem china, 15 lembar stiker call center BRI, 10 lembar stiker call center BNI, 5 lembar  stiker Tips keamanan ATM bersama, 1 buah obeng, 2 unit Sepeda motor, dan 2 unit Handphone.

Kepada tersangka dikenakan Pasal 363 Jo Pasal 55 Jo Pasal 56 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Leave a Reply

Your email address will not be published.