Pukul Kepala Majikan Dengan Besi Dan Curi Perhiasan, Pelaku Ditangkap Di Pesisir Selatan

Spread the love

Setelah melakukan pengejaran selama dua hari, Satuan Reskrim Polres Solok Kota akhirnya mengamankan seorang wanita pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang dilakukan terhadap korban dengan cara memukul kepala korban dengan besi penyangga pintu, lalu pelaku mengambil barang-barang milik korban.

Pelaku an. Apriyanti Als Adek, ditangkap Tim Gabungan Polsek Singkarak dan Sat Reskrim Polres Solok Kota pada hari Minggu, 16 Juni 2019 sekira pukul 14.00 WIB di Tanah Kareh Gurun Panjang Kec. Bayang Kab. Pesisir, Kab. Pesisir Selatan.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan S.Ik.,M.H., melalui Kasat Reskrim IPTU Defianto S.H. menceritakan bahwa pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi pada hari Kamis, tanggal 13 Juni 2019 sekira pukul 17.00 WIB di dalam kedai milik korban Eva Surya yang beralamat di Jorong Kasiak Kenag. Koto Sani Kec. X Koto Singkarak Kab. Solok.

Saat itu, tersangka Apriyanti yang sudah 6 bulan menumpang hidup di rumah korban Eva memberitahu korban bahwa tabung gas elpiji di dapur sedang rusak. Mendengar hal tersebut, korban langsung memeriksa tabung gas dengan posisi membungkuk. Pada saat korban membungkuk, tiba tiba tersangka memukul kepala korban bagian belakang dgn 1 batang besi penyangga pintu dari arah belakang.

Penyangga Pintu Dari Besi Yang Digunakan Pelaku Untuk Memukul Korban
Penyangga Pintu Dari Besi Yang Digunakan Pelaku Untuk Memukul Korban

Defrianto lanjut menerangkan bahwa akibat pukulan tersebut korban tidak sadarkan diri, lalu tersangka mengambil perhiasan emas yang saat kejadian dipakai oleh korban, 1 unit HP merek Samsung lipat warna putih milik korban dan uang Rp. 120.000,- dari dalam tas korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Setelah beberapa saat kemudian, datang kedua org saksi membantu membawa korban ke Puskesmas Singakarak selanjutnya korban dirujuk ke RSU M. Natsir Solok.

Setelah mendapat informasi dari korban dan para saksi di TKP, tim gabungan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku sampai akhirnya pelaku dapat diamankan bersama barang bukti hasil kejahatannya.

Barang Bukti Hasil Kejahatan
Barang Bukti Hasil Kejahatan

Dari pelaku, dapat disita barang bukti berupa 1 unit HP merek Oppo warna hitam, 1 unit HP merek Nokia tipe 105 warna hijau, 1 unit HP merek Samsung warna putih ( lipat ), 3 buah cincin emas (20 gram), 1 buah gelang emas (12,5 gram), 1 buah kalung emas (8 gram), 1 pasang anting (1,25 gram). uang tunai hasil jual emas sebanyak Rp. 3.578.000 dan 1 batang besi dgn panjang lebih kurang 60 cm.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa ia melakukan perbuatan  tersebut karena sakit hati dituduh oleh korban telah mengelapkan uang penjualan bensin dan juga  pelaku mengalami kesulitan ekonomi karena tidak punya uang untuk menafkahi 3 orang anaknya dari mantan suaminya.

Kasat Reskrim IPTU Defrianto menerangkan pasal yang diterapkan dalam proses penyidikan terhadap tersangka adalah Pasal 365 ayat ( 1 ) KUHP dengan ancaman pidana kurungan 9 tahun penjara. (Ys)

Leave a Reply